Jumat, 10 Maret 2017

Ringkasan Materi Manajemen Sumber Daya Manusia

Nama             : Mochammad Rifqi Riva
Nim                : 150910201056
Prodi              : Administrasi Negara
Matkul            : Manajemen Sumber Daya Manusia
Email              rifqi.riva@gmail.com           
Dosen            : Dr. Selfi Budi Helpiastuti, S.Sos, M.Si
Hari/Tanggal   : Selasa, 6 Maret 2017
Tempat           : FISIP (UNEJ) Ruang 204, pukul, 18.00-20.30 WIB

Manajemen Sumber Daya Manusia:

Analisis dan Rancang Bangun Pekerjaan


 Analisis dan rancang bangun pekerjaan merupakan pengembangan lebih lanjut dari kegiatan perencanaan sumber daya manusia pada ringkasan materi sebelumnya. Dalam pembahasan analisis ini termasuk pentingnya informasi analisis pekerjaan, teknik pengumpulan informasi, dan aplikasinya dalam kehiduan organisasional, khususnya dalam konteks manajemen sumber daya manusia. Salah satu produk analisis pekerjaan adalah dimungkinkannya rancang bangun pekerjaan dibuat kembali jika organisasi menuntut demi peningkatan kemampuan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya serta dalam menghadapi berbagai tantangan yang timbul karena dinamika internal dan dinamika eksternal. Sebagai definisi Analisis pekerjaan dapat dikatakan bahwa usaha yang sistematik dalam mengumpulkan, menilai dan mengorganisasikan semua jenis pekerjaan yang terdapat dalam suatu organisasi. 
Era modern ini memiliki informasi dan memahami pentingnya informasi tentang sumber daya manusia yang terdapat dalama suatu organisasi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam kehidupan organisasional. Tantangan tersebut lebih jelas apabila diingat bahwa berdasarkan informasi yang mutakhir, lengkap dan dapat dipercayalah analisis dan rancang pekerjaan dapat dilakukan secara tepat. Dengan kata lain informasi sumber daya manusia akan dapat ditingkatkan produktivitas, efektifitas dan efesiensi suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. Kegiatan analsisi pekerjaan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi, karena berbagai tindakan dalam pengelolaan sumber daya manusia tergantung pada informasitentang analisis pekerjaan yang telah dilakukan. Teori manajemen sumber daya manusia memberi petunjuk bahwa ada sedikitnya 10 kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang penyelenggaraannya dengan baik didasarkan pada informasi yang berhasil dikumpulkan dan diolah. Pertama, informasi analisis memberikan gambaran tentang tantangan yang bersumber dari lingkungan yang mempengaruhi pekerjaan para pekerja dalam organisasi. kedua, menghilangkan persyaratan pekerjaan yang sebenarnya tidak diperlukan karena didasarkan pada pemikiran yang diskriminatif. Ketiga, analisis pekerjaan harus juga mampu menemukan unsur pekerjaan yang mendorong atau menghambat mutu pekerja. Keempat, merencanakan ketenagakerjaan untuk masa depan. Kelima, analisis pekerjaan harus mampu mencocokan lamaran yang masuk dengan lowongan yang tersedia. Keenam, analisis pekerjaan sangat membantu menentukan kebijaksanaan dan program pelatihan. Ketujuh, menyusun rencana pengembangan potensi para pekerja. Kedelapan, untuk kepentingan penentuan standar prestasi kerja realistik. Kesembilan, informasi analisis pekerjaan sangat penting dan peranannya dalam penempatan para pegawai agar sesuai dengan keterampilan, pengetahuan dan pengalamannya. Kesepuluh, merumuskan dan menentukan sistem serta tingkat imbalan yang adil dan tepat. Jelaslah dalam ke 10 unsur pentingnya informasi analisis pekerjaan  dalam suatu organisasi mutlak perlu dimiliki dan digunakan secara tepat dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia. 

Selain itu dalam suatu informasi analisis pekerjaan ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu: 1). Teknik pengumpulan informasi tentang analsis pekerjaan. Pengumpulan informasi sangat penting kaitanya dengan upaya mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Dalam teknik ini, penganalisis harus mengetahui seluk beluk organisasi mulai dari tujuannya, strateginya, strukturnya dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu ada 3 jenis kegiatan yang dilakukan pada saat pengumpulan informasi, yaitu Identifikasi pekerjaan (mengetahui sumber informasi yang menjadi kekurangan organisasi), Penyusunan kuesioner (tahapan analisis yang terjadwal dan sistematis sesuai pekerjaanya), Pengumpulan Informasi (tahapan ini dapat berupa wawancara, kuesioner, catatan harian pegawai dan absensi). 2). Aplikasi informasi analisis pekerjaan. Dalam tahap ini analisis pekerjaan pada akhirnya harus dikaitkan dan diukur dengan aplikasi informasi yang diperoleh. Informasi yang diperoleh tersebut dapat berupa uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, menetapkan standart prestasi kerja, dan menciptakan sistem informasi sumber daya manusia. Berdasarkan informasi itulah satuan kerja yang mengelola sumber daya manusia dapat mengambil berbagai langkah yang berguna untuk kepentingan internal dan eksternal organisasi. Jelaslah bahwa tahapan ini sangat bermanfaat dan dapat diaplikasikan untuk berbagai kepentingan dan keperluan dalam rangka manajemen sumber daya manusia secara lebih efektif. 3). Rancang bangun pekerjaan. Alasan yang mendasar bagi pentingnya pemahaman mengenai tahapan ini ialah bahwa pekerjaanlah yang menghubungkan manusia pekerja dengan organisasi. Dalam tahapan ini ada beberapa unsur yang penting dalam merancang bangun suatu pekerjaan, yaitu unsur organisasional (acuan dari unsur ini adalah efesiensi kerja), unsur lingkungan (pengaruh besar terdapat pada unsur ini, karena keefektifan dan keefesiensi kerja ditentukan juga oleh kondisi lingkungan), unsur keperilakuan (peningkatan efektifitas, efesiensi dan produktifitas bermuara pada tingkah perilaku pekerja dalam organisasi). Jadi 3 tahapan inilah yang menjadi pondasi kuat untuk melakukan suatu analisis pekerjaan agar berjalan dengan sistematis dan terstruktur. 

DAFTAR PUSTAKA

Siagan, P. Sondang. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara: Jakarta.

Sunyoto, Danang. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Buku Seru: Jakarta
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar